GoBlog.co.id, 31 Mei 2026 – Presiden Prancis, Emmanuel Macron, berhasil meyakinkan raksasa teknologi Jepang, SoftBank, untuk menanamkan investasi monumental senilai 75 miliar Euro di Prancis. Komitmen besar ini akan difokuskan untuk membangun infrastruktur pusat data kecerdasan buatan (AI) berskala besar, menandai salah satu taruhan terbesar SoftBank di Eropa.
Langkah strategis ini terwujud setelah pertemuan bilateral antara Presiden Macron dan pendiri SoftBank, Masayoshi Son, di Tokyo. Dalam pertemuan tersebut, Macron secara pribadi memaparkan potensi ekonomi Prancis dan komitmen pemerintahannya terhadap kemajuan teknologi. Masayoshi Son mengungkapkan kekagumannya terhadap pendekatan langsung Presiden Macron dalam memastikan kesuksesan ekonomi Prancis.
“Saya sangat terkesan dengan fakta bahwa Emmanuel Macron sangat berkomitmen secara pribadi untuk memastikan kesuksesan ekonomi Prancis, meskipun investasi kami sejauh ini terkonsentrasi terutama di AS, serta di Jepang dan Asia,” ujar Son, menyoroti peran aktif Macron dalam menarik investasi asing.
Baca Juga
Investasi sebesar 75 miliar Euro ini rencananya akan digunakan untuk membangun dua pusat data raksasa yang berlokasi di Le Bosquel dan Dunkirk. Fasilitas-fasilitas ini ditargetkan akan beroperasi penuh pada tahun 2028 dan 2031. Proyek ambisius ini diprediksi akan menghasilkan lebih dari 5 gigawatt daya, menjadikan Prancis sebagai pusat utama SoftBank untuk manufaktur dan kekuatan komputasi AI di benua Eropa.
Proyek prestisius ini juga akan melibatkan partisipasi dari perusahaan energi terkemuka, Schneider Electric. Pengumuman resmi mengenai kesepakatan ini diperkirakan akan dilakukan dalam waktu dekat pada acara ‘Choose France Summit’, sebuah forum yang memang dirancang untuk memamerkan investasi asing yang masuk ke negara tersebut.
Di tengah geliat investasi teknologi, hubungan Prancis dengan negara lain juga menjadi sorotan. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dari Indonesia, usai pertemuan bilateral dengan Presiden Macron pada 28 Mei 2026, menginstruksikan agar bahasa Prancis diajarkan di sekolah-sekolah Indonesia. Instruksi ini didasari oleh pandangan bahwa penguasaan bahasa asing merupakan salah satu syarat penting untuk kemajuan di era globalisasi.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, M. Qodari, mendukung gagasan tersebut dengan menyatakan bahwa kemampuan berbahasa asing sangat krusial di era globalisasi. Ia menambahkan bahwa beberapa sekolah di Indonesia sudah menawarkan pelajaran bahasa internasional seperti Inggris dan Mandarin, dan bahasa Prancis dapat menjadi tambahan opsional yang berharga. Pengaturan teknis mengenai implementasi kurikulum ini sepenuhnya diserahkan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Sementara itu, dalam konteks hubungan dengan Inggris, isu penanganan migran di Selat Inggris terus menjadi agenda penting. Prancis, di bawah kepemimpinan Macron, menghadapi tekanan untuk memperketat pengawasan perbatasan lautnya. Berbagai kesepakatan dan diskusi telah dilakukan antara kedua negara, termasuk pemberian dana oleh Inggris kepada Prancis untuk upaya pencegahan, meskipun efektivitasnya masih menjadi perdebatan.
Di panggung internasional, Presiden Macron juga kerap berinteraksi dengan pemimpin dunia lainnya, termasuk Donald Trump. Hubungan keduanya terkadang diwarnai dengan komentar tajam dan sindiran, seperti balasan singkat Macron terhadap komentar Trump yang dianggap menghina. Keterlibatan Macron dalam isu-isu global seperti krisis Iran juga menunjukkan perannya dalam diplomasi internasional.
- Investasi SoftBank senilai €75 miliar akan membangun pusat data AI di Prancis.
- Dua lokasi utama pusat data adalah Le Bosquel dan Dunkirk, beroperasi mulai 2028 dan 2031.
- Presiden Macron secara personal mendorong investasi ini, menarik pujian dari Masayoshi Son.
- Instruksi Presiden Prabowo untuk mengajarkan bahasa Prancis di sekolah Indonesia juga menjadi bagian dari dinamika hubungan bilateral.
Investasi besar-besaran SoftBank di Prancis tidak hanya memperkuat posisi negara tersebut sebagai pusat teknologi di Eropa, tetapi juga menunjukkan kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi dan visi masa depan Prancis di bawah kepemimpinan Presiden Emmanuel Macron. Di sisi lain, diplomasi aktif Macron terus membentuk hubungan Prancis dengan negara-negara lain, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun isu-isu keamanan regional dan global.



