Blok Masela Dinilai Bisa Dorong Perekonomian RI hingga Rp2.447 Triliun

Author Image

Terbit

17 Juli 2026, 10:03 WIB

Blok Masela Dinilai Bisa Dorong Perekonomian RI hingga Rp2.447 Triliun
Blok Masela Dinilai Bisa Dorong Perekonomian RI hingga Rp2.447 Triliun

GoBlog.co.id, 17 Juli 2026 – Proyek LNG Abadi Blok Masela, yang berlokasi di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste, diproyeksi menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa kontribusi ekonomi dari proyek ini akan mencapai Rp2.447 triliun hingga 2030.

Blok Masela, yang berada di Wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (WZEE) Indonesia, memiliki cadangan gas alam yang mencapai 9,3 triliun kaki kubik. Proyek ini melibatkan konsorsium perusahaan energi global seperti ENI (Italia), PGN (Indonesia), dan Perusahaan Gas Negara (PGN). Output utamanya berupa LNG (Liquefied Natural Gas) yang akan diekspor ke pasar internasional.

Pelaksanaan proyek ini dijadwalkan selesai pada 2027 dengan kapasitas produksi awal sebesar 12 juta ton per tahun. Proses pembangunan infrastruktur, termasuk proyek infrastruktur darat dan laut, akan melibatkan teknologi canggih untuk memastikan efisiensi dan keberlanjutan.

Keberadaan Blok Masela juga dianggap sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi. Dengan cadangan gas yang cukup besar, Indonesia diharapkan mampu menjaga ketersediaan energi dalam negeri sekaligus memperkuat posisi negara di pasar global.

Analisis yang dilakukan oleh Badan Konsultasi Blok Masela (BKBM) menunjukkan bahwa proyek ini akan memberikan manfaat ekonomi secara bertahap. Kontribusi terbesar diperkirakan terjadi pada fase operasi penuh, yaitu sekitar 2030-2035. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Kritikus proyek menyoroti potensi risiko operasional di kawasan yang tergolong kompleks secara geografis. Namun, Bahlil menegaskan bahwa mitigasi risiko telah menjadi bagian dari proses perencanaan sejak awal. Kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha diharapkan dapat mengatasi tantangan tersebut.

Proyek Blok Masela menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya alam. Dengan potensi kontribusi hingga Rp2,447 triliun, proyek ini diharapkan menjadi salah satu fondasi ekonomi Indonesia di era dekade mendatang.

Related Post

Terbaru