GoBlog.co.id, 24 Mei 2026 – JAKARTA – Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI menyoroti pentingnya manajemen mitigasi di puncak ibadah haji 2026, khususnya di kawasan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) yang diprediksi akan sangat padat. Ketua BPKN RI, M. Mufti Mubarok, menegaskan bahwa antisipasi dini di Arafah menjadi prioritas utama demi keselamatan jemaah Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Mubarok saat meninjau kesiapan sarana prasarana jemaah haji Indonesia di Makkah pada Sabtu (23/5/2026). Pengawasan ketat ini bertujuan untuk menyukseskan visi Tri Sukses Haji, yang mencakup kesuksesan peradaban melalui pelayanan transportasi yang tertib dan manusiawi.
“Mitigasinya saya kira nanti ketika di Arafah itu yang paling penting karena di situlah puncak crowded-nya, bagaimana transportasi, bagaimana maktab,” ujar Mufti Mubarok. Ia menekankan pentingnya jemaah untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas demi kelancaran pergerakan massal.
Baca Juga
Salah satu solusi inovatif yang diterapkan tahun ini untuk mengurai kepadatan di Muzdalifah adalah optimalisasi skema murur atau melintas tanpa turun. Skema ini diprioritaskan bagi jemaah berisiko tinggi, seperti lansia, perempuan rentan, dan disabilitas, demi menjaga keselamatan jiwa mereka. Edukasi mengenai jalur murur ini diharapkan tersampaikan secara masif kepada seluruh ketua kloter untuk menghindari kebingungan di lapangan.
Pengaturan waktu keberangkatan armada bus yang presisi menjadi kunci agar jemaah tidak tertahan lama di dalam kendaraan. “Yang penting yang murur, jangan sampai tabrakan sama yang jamaah reguler, murur harus berangkat dulu agar pergeseran dari Arafah ke Muzdalifah berjalan lancar,” jelas Mubarok.
Kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) di setiap maktab juga menjadi penentu kelancaran arus pergerakan jemaah haji reguler. Sinkronisasi jadwal bus penjemputan dipantau secara real-time oleh petugas gabungan TNI/Polri untuk menghindari penumpukan antrean.
BPKN juga memberikan perhatian khusus pada jemaah yang mengambil pilihan ibadah tarwiyah agar rute perjalanan mereka tetap aman dan terkendali. “Pada saat yang sama kemudian protap atau SOP dari masing-masing maktab harus tepat, termasuk mengantisipasi jemaah yang melakukan tarwiyah jangan sampai kemudian saling overlap,” tegasnya. Pelayanan komprehensif ini merupakan wujud komitmen perlindungan hak konsumen jemaah yang ramah lansia dan disabilitas.
Perbaikan sistem administrasi yang signifikan pada musim haji 2026 adalah pendistribusian Kartu Nusuk secara dini. Kartu Nusuk, baik digital maupun fisik, telah diserahkan kepada jemaah sejak masih berada di embarkasi Indonesia, berbeda dengan tahun sebelumnya.
Sementara itu, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) melaporkan telah menuntaskan seluruh pelayanan keberangkatan calon jamaah haji 2026. Total terdapat 527 penerbangan dari 14 bandara yang dikelola InJourney Airports menuju Jeddah dan Madinah, mengangkut sekitar 204 ribu penumpang, termasuk jemaah dan petugas. Tingkat ketepatan waktu penerbangan haji dilaporkan mencapai 97 persen. Lima bandara tersibuk dalam periode keberangkatan adalah Juanda Surabaya (44 ribu calon jamaah haji), Soekarno-Hatta Tangerang (35 ribu), Adi Soemarmo Solo (29 ribu), Kertajati Majalengka (17 ribu), dan Sultan Hasanuddin Makassar (16 ribu).
Di sisi lain, Provinsi Jawa Timur mencatat penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) menjadi 3,55 persen per Februari 2026, angka yang lebih rendah dari rata-rata nasional. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambut baik capaian ini, yang didorong oleh program link and match antara pendidikan vokasi dan industri, serta sektor pertanian yang tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar.
Dalam suasana ibadah haji, Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), turut berduka cita atas wafatnya Muhammad Firdaus Ahlan (73), jemaah haji asal Kloter 27 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 27) yang meninggal dunia di Makkah. HNW menemui istri almarhum, Nafsiah, dan menekankan pentingnya menjaga kesehatan serta melaporkan keluhan kepada petugas demi kelancaran ibadah.
Berikut adalah rangkuman 5W+1H terkait embarkasi haji 2026:
- What (Apa): Pelaksanaan keberangkatan calon jemaah haji 2026, antisipasi kepadatan di Armuzna, penerapan skema murur untuk jemaah risiko tinggi, serta penuntasan pelayanan bandara oleh InJourney Airports.
- Who (Siapa): BPKN RI, Ketua BPKN RI M. Mufti Mubarok, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), jemaah haji Indonesia, jemaah berisiko tinggi (lansia, rentan, disabilitas), petugas haji, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Anggota Timwas Haji DPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW), serta keluarga jemaah yang wafat.
- When (Kapan): Periode keberangkatan calon jemaah haji berlangsung dari 21 April 2026 hingga 21 Mei 2026. Peninjauan BPKN dilakukan pada Sabtu (23/5/2026). Data pengangguran Jawa Timur per Februari 2026.
- Where (Di mana): Makkah, Arab Saudi, kawasan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), Bandara Juanda Surabaya, Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Kertajati Majalengka, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, dan bandara-bandara yang dikelola InJourney Airports di Indonesia.
- Why (Mengapa): Untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan jemaah haji, mengantisipasi kepadatan di titik-titik krusial, memastikan kelancaran arus pergerakan, serta memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah. Penurunan pengangguran di Jatim adalah hasil dari program peningkatan daya saing tenaga kerja.
- How (Bagaimana): Melalui pengawasan ketat oleh BPKN, optimalisasi skema murur, pengaturan waktu keberangkatan bus yang presisi, kepatuhan SOP, pemantauan real-time jadwal bus, dan pendistribusian Kartu Nusuk dini. InJourney Airports menuntaskan pelayanan dengan 527 penerbangan. Jawa Timur meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui program link and match. HNW memberikan dukungan dan nasihat kepada keluarga jemaah yang wafat.




