Perang Saudara Demokrat AS: Becerra Ungkit ‘Kemunafikan’ Steyer dengan Bukti

Author Image

Terbit

26 Mei 2026, 16:00 WIB

Perang Saudara Demokrat AS: Becerra Ungkit 'Kemunafikan' Steyer dengan Bukti
Perang Saudara Demokrat AS: Becerra Ungkit 'Kemunafikan' Steyer dengan Bukti

GoBlog.co.id, 26 Mei 2026 – Persaingan sengit di kancah politik Partai Demokrat Amerika Serikat memanas menjelang pemilihan umum. Xavier Becerra, yang kini menjadi kandidat terdepan, melancarkan serangan tajam terhadap rivalnya, Tom Steyer, menuding adanya kemunafikan terkait hubungannya dengan raksasa energi PG&E. Tuduhan ini mencuat seiring dengan upaya Steyer yang kerap mengkritik pengeluaran besar perusahaan energi terhadap kampanyenya.

Melalui akun promosi yang terkait dengan Becerra, yang juga merupakan mantan kepala Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, Steyer dituding memiliki kedekatan yang tak terduga dengan CEO PG&E, Patricia Poppe. Serangan ini dilancarkan menjelang akhir pekan Memorial Day, momen yang biasanya diisi dengan perayaan dan refleksi.

Akun ‘Friends of XB’, yang mengklaim sebagai markas Becerra, merilis dua tangkapan layar yang menunjukkan interaksi antara Steyer dan Poppe. Salah satu unggahan berasal dari akun Instagram Steyer sendiri pada Juli 2025, di mana ia menyatakan ‘senang’ bisa bergabung dengan Poppe di Sacramento untuk membahas kebutuhan energi dari kecerdasan buatan (AI). Unggahan ini menjadi senjata bagi tim Becerra untuk menyoroti dugaan inkonsistensi narasi Steyer.

‘Kurang dari setahun lalu, Tom Steyer sedang bersenang-senang dengan CEO PG&E Patti Poppe,’ tulis Friends of XB secara sarkastis. ‘Tapi dia telah berubah! Itu terjadi berbulan-bulan lalu!’ sindiran tersebut menyiratkan bahwa Steyer kini menampilkan citra yang berbeda demi keuntungan politik.

Di sisi lain, fenomena yang berbeda terjadi di India, di mana para dokter residen (PG doctors) di Gandhi Hospital, Hyderabad, melancarkan protes besar-besaran menyusul dugaan penyerangan terhadap salah satu rekan mereka oleh kerabat pasien. Insiden ini memicu tuntutan mendesak untuk perlindungan hukum yang lebih kuat bagi tenaga kesehatan, peningkatan keamanan rumah sakit, dan pengesahan segera ‘Telangana Medical Professionals Protection, Safety and Welfare Act’.

Serangan yang terjadi pada Minggu malam di bangsal umum rumah sakit tersebut telah menimbulkan kemarahan di kalangan dokter junior di bawah naungan Telangana Junior Doctors Association (TJUDA). Protes kilat yang mereka lakukan pada Senin mengancam kelancaran layanan medis di rumah sakit pemerintah terkemuka itu. Asosiasi dokter pemerintah lainnya, termasuk Telangana Government Doctors Association (TGGDA) dan Healthcare Reforms Doctors Association (HRDA), turut mengecam tindakan kekerasan tersebut.

Tuntutan utama dari para dokter mencakup klasifikasi kekerasan terhadap tenaga kesehatan sebagai tindak pidana yang dapat diselidiki dan diadili dengan cepat, serta perlindungan hukum terhadap penuntutan yang tidak berdasar. Mereka juga menuntut standar keamanan rumah sakit yang dapat ditegakkan secara hukum, termasuk pemasangan kamera CCTV dan sistem respons cepat.

Secara terpisah, aktivis lingkungan terkenal Erin Brockovich meluncurkan peta pusat data (data center map) dan mengajak masyarakat Amerika untuk berpartisipasi melaporkan kekhawatiran terkait fasilitas-fasilitas ini. Peluncuran website brockovichdatacenter.com ini didorong oleh ekspansi pesat pusat data yang mendukung teknologi AI, yang semakin menimbulkan bentrokan dengan kekhawatiran masyarakat lokal.

Menurut Data Center Map, terdapat lebih dari 4.200 pusat data di seluruh AS yang dibangun untuk melatih, menerapkan, dan mengirimkan AI. Website Brockovich menyoroti beberapa kekhawatiran utama, antara lain:

  • Konsumsi energi yang tinggi yang berdampak pada lingkungan dan biaya.
  • Penggunaan air yang substansial untuk pendinginan yang dapat membebani pasokan air lokal.
  • Peningkatan limbah elektronik (e-waste) akibat pembaruan perangkat keras yang sering.
  • Paparan risiko lokasi seperti bencana alam atau ketidakstabilan geopolitik.
  • Tekanan skalabilitas yang terus meningkat yang dapat melampaui infrastruktur lokal.
  • Kebisingan konstan dari sistem pendingin dan generator yang dapat mengganggu komunitas sekitar.

Brockovich menekankan bahwa ‘perlombaan membangun infrastruktur AI terjadi dari kota ke kota di seluruh Amerika.’ Peta yang diluncurkannya bertujuan untuk menangkap jejak nyata dari perlombaan ini, mengungkap pola pertumbuhan, konflik, dan ketidakpastian.

Sementara itu, di Papua Nugini, politisi Peter O’Neill menuntut akuntabilitas Perdana Menteri James Marape terkait pendapatan sebesar K12 miliar dari proyek LNG Papua Nugini. O’Neill menyatakan bahwa publik berhak mengetahui bagaimana dana tersebut telah digunakan, apakah disimpan atau dibelanjakan, dan menyerukan agar laporan audit dipublikasikan.

Kasus-kasus ini menunjukkan beragam isu yang tengah dihadapi masyarakat global, mulai dari persaingan politik yang tajam, tantangan keamanan bagi tenaga medis, hingga dampak lingkungan dari perkembangan teknologi, serta tuntutan transparansi dalam pengelolaan sumber daya alam.

Related Post

Terbaru