Masa Depan Cerah: Terem Moffi Pimpin Nigeria, Crystal Palace Cari Pelatih Baru

Masa Depan Cerah: Terem Moffi Pimpin Nigeria, Crystal Palace Cari Pelatih Baru
Masa Depan Cerah: Terem Moffi Pimpin Nigeria, Crystal Palace Cari Pelatih Baru

GoBlog.co.id, 28 Mei 2026 – London – Striker Nigeria, Terem Moffi, menorehkan momen membanggakan dengan mengenakan ban kapten Super Eagles untuk pertama kalinya dalam kemenangan 2-0 atas Zimbabwe di semi-final Unity Cup di London. Gol debutan Femi Azeez tercipta berkat assist Moffi, menunjukkan kontribusinya yang signifikan bagi tim nasional.

“Mengenakan ban kapten Super Eagles adalah momen yang membanggakan bagi saya dan keluarga, dan saya sangat bangga dengan para pemain. Mereka menunjukkan apa yang bisa kami lakukan,” ujar Moffi kepada Nigeria Football Weekly. Ia menambahkan, “Di level teratas, saya bermain sebagai striker tunggal, jadi itu tidak sulit. Kami juga mendapat dukungan dari Philip… semoga kami menang di hari Sabtu.” Sejak debutnya pada Juni 2021, Moffi telah mengoleksi 20 penampilan dan empat gol untuk Nigeria.

Di level klub, Moffi tengah berada di persimpangan jalan. FC Porto dilaporkan enggan menebus opsi pembelian permanen senilai €8 juta dari OGC Nice. Sebelumnya, Moffi dipinjamkan ke Porto setelah dikabarkan menolak bermain untuk Nice akibat dugaan pelecehan dari suporter. Keputusan Porto membuat striker berusia 27 tahun itu kembali ke pasar transfer, sementara kepulangannya ke Nice juga tampaknya kecil kemungkinannya. Klub seperti ES Troyes AC dan FK Partizan disebut-sebut menunjukkan minat.

Sebelumnya, Moffi nyaris bergabung dengan klub Liga Primer Inggris. West Ham United FC telah lama mengagumi pemain ini dan bahkan mengajukan tawaran £25 juta pada Januari 2023, memandangnya sebagai suksesor potensial Michail Antonio. Aston Villa FC juga sempat menjajaki pembicaraan, sementara SS Lazio terus memantau situasinya. Klub Prancis seperti Olympique de Marseille dan Paris FC, serta raksasa Turki Fenerbahçe SK, juga dikabarkan tertarik.

Sementara itu, di Inggris, Crystal Palace FC merayakan kemenangan Europa League mereka di bawah asuhan Oliver Glasner. Namun, Chairman Steve Parish mengonfirmasi bahwa tidak akan ada perubahan keputusan mengenai masa depan sang pelatih. Glasner dipastikan tidak akan bertahan, meskipun ia memberikan kado perpisahan yang manis bagi klub.

“Luar biasa, saya sangat gembira untuk semua orang. Tapi Oliver tidak akan bertahan, dia tidak akan bertahan. Ini adalah akhir yang hebat, akhir yang bahagia. Kami sangat senang dan saya senang untuknya karena dia telah bekerja sangat keras,” kata Parish. Ia melanjutkan, “Ada banyak tekanan pada semua orang, dan terkadang tekanan menghasilkan berlian, dan itulah yang kami lakukan malam ini. Ini adalah upaya besar dari semua orang. Yang terpenting, semua orang selalu menginginkan hal yang sama untuk klub sepak bola, kami hanya harus menemukan jalan. Oliver ingin pergi dan melakukan hal lain, dan dia tidak bisa berbuat lebih banyak untuk kami, kan? Jadi kami harus bergerak maju juga, kami harus menemukan seseorang yang dapat terus membangun kami dan membawa kami maju, dan sekarang kami berada di Liga Europa, jadi kami memiliki gunung yang lebih besar untuk didaki.”

Crystal Palace kini menjadikan Andoni Iraola, yang dikabarkan akan meninggalkan Bournemouth, sebagai target utama mereka untuk posisi pelatih baru. The Eagles siap memberikan Iraola pengaruh signifikan dalam urusan transfer untuk menangkis minat dari AC Milan dan Bayer Leverkusen. Pierre Sage dari Lens dan Frank Lampard disebut sebagai alternatif jika kesepakatan dengan Iraola gagal tercapai.

Di sisi lain, kapten Everton FC, Seamus Coleman, telah mengucapkan selamat tinggal setelah lebih dari 17 tahun mengabdi. Keputusan mengejutkan ini didorong oleh keinginan untuk memperpanjang karier internasionalnya bersama Republik Irlandia. Tawaran peran kepelatihan dari Everton tidak mampu menggoyahkan tekad Coleman untuk mendapatkan lebih banyak waktu bermain demi menjaga kebugaran untuk skuad Irlandia, yang merupakan salah satu tuan rumah Euro 2028.

“Saya pikir jika kami berhasil lolos ke Piala Dunia, mungkin segalanya akan berbeda,” akunya. “Saya pikir itu hanya percakapan dengan manajer di bus, setelah latihan suatu hari, yang membuat saya berpikir lagi. Saya berbicara dengan manajer dan dia berkata jika saya bugar, sehat, dan tampil baik, dia ingin saya tetap berada di sekitar klub. Jadi, begitu ada tawaran dari Irlandia, itu menjadi faktor besar dalam keputusan saya.” Coleman saat ini sedang menjalani tugas internasional bersama timnasnya menjelang Euro 2028.

Berikut beberapa poin penting dari perkembangan sepak bola terkini:

  • Terem Moffi, striker Nigeria, menikmati momen bangga menjadi kapten Super Eagles untuk pertama kalinya di London, sekaligus menghadapi ketidakpastian masa depan klubnya.
  • Crystal Palace FC merayakan gelar Europa League namun dipastikan Oliver Glasner tidak akan melanjutkan masa baktinya sebagai pelatih, dengan fokus kini beralih mencari pengganti.
  • Andoni Iraola menjadi target utama Crystal Palace untuk posisi pelatih baru, bersaing dengan minat dari klub-klub Eropa lainnya.
  • Seamus Coleman meninggalkan Everton setelah 17 tahun demi prioritas bermain di level internasional bersama Republik Irlandia, demi persiapan Euro 2028.

Perjalanan karier pemain seperti Terem Moffi dan keputusan veteran seperti Seamus Coleman, ditambah dengan manuver strategis klub seperti Crystal Palace, menunjukkan dinamika kompleks dalam dunia sepak bola profesional yang selalu berubah.

Related Post

Terbaru