Harga Pertamax Naik, Masyarakat Beralih ke Pertalite, Pertamina Pastikan Stok Aman

Author Image

Terbit

13 Juni 2026, 08:08 WIB

Harga Pertamax Naik, Masyarakat Beralih ke Pertalite, Pertamina Pastikan Stok Aman
Harga Pertamax Naik, Masyarakat Beralih ke Pertalite, Pertamina Pastikan Stok Aman

GoBlog.co.id, 13 Juni 2026Menurut laporan terbaru, kenaikan harga Premium Pertamax di pasaran menyebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat. Banyak warga memilih beralih ke Pertalite, bahan bakar minyak subsidi yang harganya lebih terjangkau. PT Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan Pertamina, memastikan ketersediaan Pertalite dalam kondisi mencukupi di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini diambil untuk merespons kebutuhan masyarakat yang mengalami tekanan biaya transportasi akibat fluktuasi harga energi global.

Kenaikan harga Pertamax tercatat mencapai 12% dalam tiga bulan terakhir, menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Dengan harga jual eceran (HJE) Rp12.500 per liter di wilayah Jabodetabek, Pertalite menjadi pilihan utama kendaraan roda empat dan dua. Sementara itu, Pertamax dihargai Rp14.500 per liter, dengan selisih 1.500 rupiah yang dianggap cukup signifikan bagi pengguna harian.

Pertamina Patra Niaga mengklaim telah menyiapkan 1,2 juta kiloliter Pertalite per bulan untuk memenuhi kebutuhan nasional. Stok ini didistribusikan melalui jaringan 5.600 SPBU di seluruh Indonesia. Direktur Operasional PT Pertamina Patra Niaga, Andi Wijaya, dalam konferensi pers menyatakan, “Kami memprioritaskan distribusi kepada wilayah yang rentan kekurangan, seperti kawasan timur Indonesia. Pemantauan real-time dilakukan 24 jam untuk mencegah gangguan pasokan.”

Analisis dari Lembaga Ekonometrik Indonesia menunjukkan, transisi ke Pertalite dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga hingga 8% per bulan. Namun, perpindahan ini memicu diskusi soal dampak lingkungan. Pertalite mengandung 15% alkohol dibandingkan Pertamax yang hanya 10%, sehingga risiko penurunan efisiensi mesin diperkirakan sebesar 3-5%.

Presiden Joko Widodo dalam pertemuan kabinet menyebut, kebijakan harga BBM harus seimbang antara subsidi negara dan daya beli masyarakat. Anggaran subsidi BBM tahun ini direncanakan mencapai Rp326 triliun, naik 25% dari tahun lalu. Wakil Menteri Energi, Nia Niscaya, menambahkan, “Kami sedang kaji mekanisme harga dinamis berbasis indeks harga global. Tujuannya mengurangi ketergantungan pada subsidi sambil menjaga stabilitas ekonomi.”

Dari sisi konsumen, Ibu Sari, pengusaha angkutan di Bandung, mengatakan, “Saya harus mengganti 200 liter Pertamax per minggu menjadi Pertalite. Meski mesin lebih sering servis, penghematan Rp750 ribu per bulan cukup bantu usaha.” Namun, teknisi mobil, Rudi Hartanto, memperingatkan, “Pertalite berisiko merusak sistem injektor pada mobil matic. Penggunaan jangka panjang bisa menyebabkan penurunan performa mesin hingga 10%.”

Pertamina juga mengumumkan program pemeriksaan gratis untuk pengguna yang beralih ke Pertalite. Layanan ini tersedia di 1.500 SPBU terpilih, dengan fokus pada pemeriksaan karburator dan filter bahan bakar. “Kami ingin mencegah masalah teknis akibat perubahan bahan bakar,” ujar Kepala Divisi Layanan Pelanggan, Indra Setiawan.

Kesimpulan, kebijakan harga BBM tetap menjadi isu sentral dalam perekonomian nasional. Sementara masyarakat beradaptasi dengan perubahan harga, Pertamina menunjukkan komitmen menjaga pasokan bahan bakar melalui strategi distribusi yang terintegrasi. Namun, tantangan utama terletak pada keseimbangan antara subsidi negara dan kualitas layanan energi yang berkelanjutan.

Related Post

Terbaru