GoBlog.co.id, 22 Juli 2026 – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto baru-baru ini menyatakan bahwa lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dipertimbangkan untuk dibangun di atas lahan milik BUMN yang berlokasi di Provinsi Bali.
Keputusan ini tentunya membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi di Bali, terutama dalam sektor jasa keuangan. Dengan adanya PFII, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan daya saing ekonomi Indonesia di kancah internasional.
PFII sendiri merupakan proyek ambisius pemerintah untuk menciptakan pusat keuangan internasional yang dapat menarik investasi asing dan meningkatkan aktivitas ekonomi. Dengan memilih lokasi di Bali, pemerintah berharap dapat memanfaatkan potensi pariwisata dan infrastruktur yang sudah ada di pulau tersebut.
Baca Juga
Menko Airlangga Hartarto juga menekankan bahwa pemilihan lokasi PFII harus mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk ketersediaan lahan, aksesibilitas, dan dukungan infrastruktur. Dalam hal ini, lahan BUMN di Bali dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi lokasi PFII.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kemampuan daya saing ekonomi Indonesia, termasuk dengan mengembangkan sektor jasa keuangan. Dengan adanya PFII, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan daya saing ekonomi Indonesia dan meningkatkan aktivitas ekonomi.
PFII juga diharapkan dapat menjadi pusat keuangan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan. Dalam hal ini, pemerintah berharap dapat bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk swasta dan masyarakat, untuk mengembangkan PFII yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dalam keseluruhan, keputusan untuk mempertimbangkan lokasi PFII di Bali merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan daya saing ekonomi Indonesia dan meningkatkan aktivitas ekonomi. Dengan adanya PFII, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan daya saing ekonomi Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
PFII di Bali juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keuangan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.




