Catania Tertekan: Fans Tuntut Respons, Presiden Beri Dukungan

Author Image

Terbit

28 Mei 2026, 10:30 WIB

Catania Tertekan: Fans Tuntut Respons, Presiden Beri Dukungan
Catania Tertekan: Fans Tuntut Respons, Presiden Beri Dukungan

GoBlog.co.id, 28 Mei 2026 – Situasi di markas Catania dilaporkan masih sangat tegang menjelang leg kedua semifinal yang akan digelar malam ini. Meskipun mengalami kekalahan telak 4-0, para penggemar Catania justru menyerukan respons yang tegas dan penuh harga diri dari tim kesayangan mereka. Hingga berita ini diturunkan, belum ada protes resmi dari para suporter terhadap pelatih maupun pemain.

Namun, sedikit demi sedikit, keraguan mulai merayap di kalangan pendukung. Setelah pertemuan dengan Presiden Pelligra, yang diminta oleh Walikota Trantino untuk mencari kepastian mengenai masa depan klub, pemimpin Rossoblu tersebut menyempatkan diri mengunjungi tim. Dalam pertemuan itu, sang patron memberikan semangat kepada para pemain untuk menghormati komitmen mereka, seraya mendesak agar tidak memulai pertandingan dengan mental sudah kalah.

Diperkirakan sekitar 20.000 penonton akan memadati Stadion Massimino malam ini. Antusiasme para pendukung Catania sejatinya sudah terlihat bahkan sebelum pertandingan krusial di bawah bayang-bayang Gunung Etna tersebut. Jelas, hasil akhir yang mengecewakan di Del Duca dan performa yang ditampilkan telah sedikit meredupkan atmosfer tersebut.

Perlu dicatat, performa kandang tim asuhan Toscano ini belum meraih kemenangan sejak 22 Februari lalu. Saat itu, mereka berhasil mengalahkan Giugliano dengan skor tipis 1-0 melalui gol tunggal D’Ausilio. D’Ausilio sendiri kini menjadi kandidat utama untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Jimenez yang terkena skorsing.

Beberapa perubahan lain juga dimungkinkan dalam susunan pemain. Celli berpotensi diturunkan sebagai starter di lini pertahanan menggantikan Miceli yang dinilai tampil mengecewakan. Sementara itu, Di Noia akan mengisi lini tengah menggantikan Quaini yang performanya dianggap tidak memuaskan. Di sisi sayap kiri, Donnarumma diprediksi akan kembali masuk dalam daftar pemain inti.

Secara historis, dalam 12 pertemuan terakhir antara Catania dan Ascoli yang digelar di bawah Gunung Etna, tim tamu, Bianconeri, tercatat lebih sering meraih kemenangan. Tiga kemenangan mereka melawan satu-satunya kemenangan Catania di Serie C1, yang diraih pada 18 Februari 2001 dengan skor 2-1, masih membekas dalam catatan sejarah. Namun, banyak pula pertandingan berakhir imbang, yaitu delapan kali.

Pertemuan terakhir yang berakhir imbang terjadi di Serie A pada musim 2006-07. Dalam pertandingan yang berlangsung di Verona, setelah insiden tragis tewasnya Inspektur Raciti dalam bentrokan di luar Stadion Massimino saat derby melawan Palermo, Ascoli berhasil menahan imbang Catania 3-3. Pertandingan tersebut diwarnai gol pembuka dari Mascara, disusul respons kuat dari tim asuhan Sonetti dengan gol penyama kedudukan dari Boudianski dan hat-trick dari Perrulli serta Zanetti. Namun, di menit-menit akhir, Catania berhasil bangkit dan membalikkan keadaan melalui gol Caserta dan penalti dari Spinesi.

Kemenangan terakhir Picchio (julukan Ascoli) terjadi berkat gol ‘diabolico’ Morello (0-1) pada musim 2001-02, yang pada akhirnya mengantarkan tim tersebut kembali ke divisi kedua. Sejarah panjang inilah yang kini menjadi latar belakang ketegangan jelang pertandingan krusial bagi Catania.

  • Kondisi tim Catania saat ini dilaporkan sangat tegang menjelang leg kedua semifinal, meskipun fans menuntut respons positif.
  • Presiden Pelligra telah bertemu dengan tim untuk memberikan dukungan dan motivasi agar bermain dengan penuh semangat.
  • Secara statistik, Catania memiliki rekor kandang yang kurang memuaskan belakangan ini, belum menang sejak Februari.
  • Pertemuan historis melawan Ascoli di kandang menunjukkan Ascoli lebih unggul dalam jumlah kemenangan.

Related Post

Terbaru